Breaking News
Loading...
Monday, 23 July 2012

Dikutip dari Kitab Duratun Nasihin.
-Arab:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا للهِ تَعَالَى
-Lafadz:
"Ushalli sunnatat taraawiihi rak'ataini (ma'muman/imaaman) lillahi ta'aalaa."
-Artinya:
"Aku niat Salat Tarawih dua rakaat (menjadi makmum/ imam) karena Allah Ta'ala"
Atau
-Arab:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
Lafadz:
"Usholli sunnatat taraawihi rak'ataini lillahi ta'aalaa"
-Artinya:
"Aku niat Salat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala"

Yang disabdakan Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh Saidina Ali Bin Abi Tholib R.A:
Malam ke-1:
Siapa yang shalat Tarawih pada malam pertama dihapus dosa seorang Mu’min seperti ketika ia di lahirkan.
Malam ke-2:
Shalat Tarawih pada malam kedua di ampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya, jika keduanya Mu’min.
Malam ke-3:
Malaikat berseru dari ‘Arsy ” Telah diangkat amal dan dosanya yang telah lalu dan di ampuni oleh Allah SWT.
Malam ke-4:
Baginya mendapat pahala, seperti pahala membaca Kitab Taurat, Zabur, Injil dan AlQur-an.
Malam ke-5:
Allah SWT memberinya pahala seperti pahala Sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsho.
Malam ke-6:
Allah SWT memberinya pahala Thawaf di Baitul Makmur dan di mintakan ampun baginya oleh setiap batu benda.
Malam ke-7:
Seumpama pahala yang di peroleh nabi Musa A.S dan penolong dari kejahatan Fir’aun dan Hamman.
Malam ke-8:
Allah SWT memberikannya pahala seperti pahala apa yang diberikan kepada Nabi Ibrohim AS.
Malam ke-9:
Seumpama pahala Ibadah nabi Muhammad SAW.
Malam ke-10:
Allah SWT memberinya Rizki dan kebaikan di dunia dan akhirat.
Malam ke-11:
Apabila Ia meninggal dunia, seperti dilahirkan dari Ibunya.
Malam ke-12:
Ia datang pada hari kiamat kelak dengan wajah berseri-seri seperti bulan purnama.
Malam ke-13:
Ia datang pada hari kiamat, selamat dari kejahatan (kejelekan).
Malam ke-14:
Malaikat pada menyaksikan bahwa sesungguhnya orang tersebut telah Sholat Tarawih maka pada hari kiamat kelak Allah SWT tidak akan menghisabnya.
Malam ke-15:
Para malaikat bersholawat kepadanya dan menjaga di ‘Arsy dan kursi. 
Malam ke-16:
Allah SWT mencatat baginya akan di bebaskan dari api neraka dan masuk surga.
Malam ke-17:
Diberikannya pahala seperti pahala para nabi.
Malam ke-18:
Satu Malaikat berseru : ” Hai Hamba Allah bahwasanya Allah SWT telah meridhoi kamu dan ke dua orang tuamu.
Malam ke-19:
Allah SWT akan mengangkat ke surga firdaus.
Malam ke-20:
Allah SWT memberikan pahala para Syuhada dan orang-orang Sholeh.
Malam ke-21:
Allah SWT membuatkan baginya sebuah istana di surga dari cahaya.
Malam ke-22:
Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan dan kesusahan.
Malam ke-23:
Allah SWT membangunkan baginya sebuah kota di surga.
Malam ke-24:
Dua puluh empat (24) permintaanya di kabulkan oleh Allah SWT.
Malam ke-25:
Allah SWT mengangkatnya dari siksaan kubur.
Malam ke-26:
Allah SWT mengangkatnya baginya pahala empat puluh tahun (40 tahun).
Malam ke-27:
Ia akan melewti jembatan Shirotul Mustaqim pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.
Malam ke-28:
Allah SWT mengangkat baginya seribu (1000) derajat di surga.
Malam ke-29:
Allah SWT memberikan pahala seribu (1000) haji yang makbul.
Malam ke-30:
Allah SWT berfirman: "Hai Hambaku, makanlah buah-buahan di dalam surga dan mandilah engkau dengan air Salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, Aku tuhanmu dan engkau hamba-Ku."


Semoga bermanfaat....

0 comments:

Post a Comment